Aplikasi Ekstrak Bawang Putih (Alium Sativum) Untuk Memperpanjang Daya Simpan Ikan Kembung Segar (Rastrelliger kanagurta)

Authors

  • Sumpeno Putro Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Author
  • Dwiyitno dwiyitno Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Author
  • Juan Fransisco Hidayat Swiss German University Author
  • Maruli Pandjaitan Swiss German University Author

DOI:

https://doi.org/10.15578/jpbkp.v3i2.24

Keywords:

Rastrelliger kanagurta, Alium sativum, fish preservation

Abstract

ABSTRAK

Ikan memiliki karakteristik sebagai bahan pangan yang sangat mudah mengalami kemunduran mutu, terutama oleh aktivitas mikroorganisme pembusuk. Sementara itu bawang putih (A. sativum) telah dikenal memiliki kandungan antimikroba sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
melihat potensi ekstrak bawang putih sebagai antimikroba pada penanganan ikan kembung segar (R. kanagurta). Perlakuan yang digunakan adalah perendaman ikan segar dalam ekstrak
bawang putih dengan konsentrasi 0, 2, 4, dan 6% selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam ekstrak bawang putih dapat menghambat pertumbuhan bakteri, baik bakteri pembusuk maupun bakteri pembentuk histamin. Konsentrasi ekstrak bawang putih 2, 4, dan 6% dapat memperpanjang daya simpan ikan kembung segar pada suhu kamar 6 jam lebih lama dibandingkan dengan kontrol. Di samping itu, perlakuan perendaman ekstrak bawang putih dapat meningkatkan nilai organoleptik ikan. Sebaliknya, perendaman dalam ekstrak bawang putih tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan air dan TVB ikan. Walaupun demikian, bawang putih memiliki potensi sebagai bahan pengawet alami untuk memperpanjang kesegaran ikan.

Published

2008-12-20