Potensi Inhibitor Katepsin dari Dua Spesies dan Satu Hibrid Kulit Ikan Patin dalam Menghambat Aktivitas Katepsin Ikan Patin Siam
Penulis
Tati Nurhayati
Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Jl. Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga Bogor
Penulis
Ekowati Chasanah
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, KKP.
Jl.K.S. Tubun Petamburan VI, Jakarta Pusat 10260
Penulis
Saeful Bahri
Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Jl. Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga Bogor
Penulis
ikan patin,
katepsin,
inhibitor protease,
karakterisasi
Abstrak
Proses kemunduran mutu ikan dapat disebabkan oleh adanya aktivitas enzim terutama enzim proteolitik, salah satunya adalah katepsin yang merupakan kelompok protease sistein. Protease sistein merupakan kelompok enzim pendegradasi protein. Untuk mencegah terjadinya proteolisis yang destruktif yang berakibat pada besarnya losses ikan segar, inhibitor untuk katepsin sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kulit ikan patin Siam, Jambal, dan Pasupati sebagai sumber inhibitor katepsin, serta memekatkan dan mengkarakterisasi inhibitor katepsin yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis kulit ikan patin memiliki aktivitas penghambatan terhadap katepsin, tetapi yang memiliki penghambatan terbaik adalah yang berasal dari ikan patin jenis Siam dengan nilai persentase penghambatan sebesar 74,67%. Hal ini diduga karena kesesuaian substrat dengan inhibitornya Pemekatan menggunakan ammonium sulfat 70% menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penghambatan spesifik sebesar 1,4479 U/mg dengan kelipatan pemurnian sebesar 2,77 kali. Inhibitor enzim katepsin tersebut secara optimum bekerja pada suhu 40 °C dan pH 8.